PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bisa ditangani secepat mungkin, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sekitar awal Juli 2018 ini telah mengirimkan surat permohonan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar helikopter pembom air atau water boombing disiagakan di Pangkalan Bun.

Kepala BPBD Kobar Hermon F Lion kepada www.borneonews.co.id, Kamis (26/7/2018) menjelaskan memang saat ini satu helikopter water boombing jenis MI.8 sudah bersiaga di Palangka Raya untuk dioperasikan bila situasi dan kondisi memerlukan bantuan pemadaman Karhutla.

"Bila permohonan itu disetujui, rencananya sekitar Agustus 2018 datang lagi satu helikopter water boombing jenis Kamov yang akan bersiaga di posko penanganan Karhutla gabungan yang berada di Lanud Iskandar Pangkalan Bun," jelasnya.

Menurut Hermon, bila nanti helikopter water boombing ini tiba di Pangkalan Bun diharapkan bisa memberikan bantuan pemadaman api secepat mungkin dilokasi yang susah terjangkau akses kendaraan darat.

"Sehingga bila ditemui titik api atau hotspot, bisa segera dipadamkan melalui darat dan udara. Seperti kita ketahui bersama, berkaca pada kasus karhutla beberapa waktu lalu, kebakaran lahan gambut bila tidak ditangani sesegera mungkin, berpotensi menjalar kelokasi lain di sekitarnya," jelasnya.

--page

Selain itu helikopter tersebut juga bisa melakukan bantuan pemadaman karhutla dibeberapa kabupaten tetangga Kobar.

"Karena wilayah operasi water bombing tersebut mencakup penanganan karhutla di empat Kabupaten yakni Kobar, Lamandau, Seruyan, dan Sukamara," jelasnya. (YUDA/B-6)