SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Data bakal calon anngota legislatif yang masih belum valid yang di-share oleh Bawaslu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akui memang belum benar.

Salah satunya tidak sesuainya nomor urut bakal calon legislatif dari Partai Demokrat. Seperti yang awalnya nomor urut 1 jadi nomor urut 10 begitu juga nomor urut lain.

"Itu belum benar, itu di-share untuk diteliti kembali, itu data mentah masih," kata Anggota Bawaslu Kotim, M Tohari, Kamis (26/7/2018).

Menurut Tohari jika data itu sudah benar maka akan ada tanda tangan Ketua Bawaslu. Namun dari data itu tidak ada ditandatangani oleh ketua mereka.

"Semoga ke depan ini tidak bocor karena hanya untuk konsumsi internal saja," pungkasnya.

--page

Apa penyebab data belum valid itu bisa tersebar Tohari enggan menjelaskannya secara details.

Dari data itu sejauh ini hanya dari Demokrat Kotim yang komplain karena tidak sesuai terutama untuk bacaleg mereka untuk daerah pemilihan I Kecamatan MB Ketapang. (NACO/B-6)