BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas data publikasi Provinsi Kalteng dalam angka 2018. Acara itu mengundang berbagai komponen.
Focus Group Discussion tersebut bertema Peranan Statistik Sektoral menuju Kalteng, Capaian, Sasaran dan Tantangan Data statistik. Kegiatan itu dihadiri banyak kalangan, seperti instansi terkait, kalangan mahasiswa, Ombudsman, wartawan, pemerhati sosial, kemasyarakatan serta akademisi dan unsur yang terkait dengan masalah data ekonomi pembangunan.
Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya mengatakan, kegiatan tersebut membahas secara luas tentang, capaian, sasaran, dan tantangan pembangunan yang semuanya digambarkan oleh data statistik, data dasar maupun data sektoral.
Dia menjelaskan, saat ini statistik dasar dapat diakses secara bebas di website BPS atau mengunjungi pelayanan statistik terpadu (PST) di kantor BPS.
"Meski mudah diakses, tidak jarang statistik dasar yang dihasilkan BPS menuai pro dan kontra, menimbulkan kegaduhan di sosial media dan pemberitaan di televisi," ujar Hanif, Kamis (26/7/2018).
--page
Dia mencontohkan, Seperti baru-baru ini, saat BPS merilis angka kemiskinan Indonesia yang menyentuh satu digit menimbulkan kegaduhan. Banyak menilai, BPS dianggap menggunakan standar yang terlalu lunak dalam menentukan garis kemiskinan.
Banyak kalangan menilai, angka kemiskinan terangkat karena bantuan pemerintah yang ingin mendapatkan pencitraan, apalagi saat memasuki tahun politik 2019.
"Apapun data yang kami tampilkan itu murni karena perhitungan, bukan karena BPS memihak pada satu kelompok," tambahnya. (GAZALI/B-2)








