BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan pendapatan Rp9,02 triliun pada semester I tahun ini, meningkat 5,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,55 triliun.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (26/7/2018), pendapatan perseroan dari segmen minyak sawit mentah dan turunannya adalah sebesar Rp7,91 triliun, inti sawit dan turunannya Rp1 triliun, dan pemasukan lain Rp96,13 miliar.
Secara geografis, pendapatan bersih paling banyak berasal dari Sulawesi dengan nilai Rp5,22 triliun, selanjutnya Kalimantan dengan Rp4,61 triliun, dan Sumatera sekitar Rp3,42 triliun. Total pendapatan Rp13,25 triliun kemudian terkena eliminasi Rp4,23 triliun, sehingga hanya mencapai Rp9,02 triliun.
Sementara itu, beban pokok pendapatan per Juni 2018 meningkat menjadi Rp7,37 triliun dari sebelumnya Rp6,48 triliun. Laba bruto perusahaan menurun menjadi Rp1,65 triliun dari semester I/2017 yang mencapai Rp2,06 triliun.
Besarnya beban pokok pendapatan turut menekan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan atau laba bersih tercatat sebesar Rp783,91 miliar atau terkoreksi 23,33% secara yoy dari periode Januari-Juni 2017 yang menyentuh Rp1,02 triliun.
--page
Pada semester I/2018, AALI menggelontorkan investasi Rp711,16 miliar, turun dari sebelumnya Rp836,28 miliar. Jumlah kas dan setara kas pada akhir periode sejumlah Rp106,94 triliun, berkurang dari semester I/2017 sebesar Rp511,48 miliar.
Liabilitas per Juni 2018 bertambah menjadi Rp7,91 triliun dari akhir 2017 senilai Rp6,41 triliun. Liabilitas jangka pendek juga meningkat menuju Rp3,58 triliun dari sebelumnya Rp2,31 triliun.
Ekuitas AALI pada semester I/2018 naik menjadi Rp18,92 triliun dari akhir tahun lalu Rp18,71 triliun. Total aset perseroan meningkat menuju Rp26,83 triliun dari sebelumnya Rp25,12 triliun. (NEDELYA RAMADHANI/m)








