SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jamaluddin, karyawan salah satu perusahaan sawit di Kecamatan Cempaga Hulu ditemukan tewas di kolam pabrik Desa Pundu, Jumat (27/7/2018) pagi. Satu hari sebelum itu, korban disebutkan sempat mengeluh mengidap demam serta buang air besar tidak teratur, hingga harus dirawat di Poliklinik Metro Pundu.

"Korban dirawat di Poliklinik pada Kamis (26/7/2018) malam. Dia diinfus dan diberi pengobatan lainnya. Rencananya korban akan diperiksa di laboratorium hari ini, sekitar pukul 07.30 wib," kata Mustakin, rekan kerja korban di wilayah 4 Estate SCME PT WNA, Desa Selucing.

Saat dirawat inap, pria asal Desa Sinorejo, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah itu dijaga rekan kerjanya. Sekitar pukul 03.20 WIB, korban terbangun dan langsung mencabut jarum infus yang ada di tangannya.

Setelah itu, korban lari keluar dari ruangan tempat dirawat. Kedua rekannya itu mencoba mengejar namun korban terus berlari menuju kolam PKS CPNT depan kantor PT WNL. Korban menceburkan dirinya dan berenang ke tengah kolam.

Melihat hal itu, Mustakin ikut menceburkan diri dengan maksud ingin menarik korban keluar dari kolam. Sekitar jarak 15 meter, korban menghilang lantaran tenggelam.

--page

"Saya ikutan menceburkan diri. Tapi dia sudah tenggelam. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke satpam dan pihak perusahaan," terang Mustakin.

Selang beberapa saat kemudian, korban ditemukan tak bernyawa. Peristiwa itu kemudian ditangani Polsek Cempaga Hulu. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)