BORNEONEWS, Sampit- Pencarian jasad Jamaludin, 20, melibatkan karyawan serta satpam PT WNL. Dengan menggunakan peralatan rakitan mereka menyusuri kolam PKS CPNT, lokasi tenggelamnya korban.
Setelah mencari hingga lebih dari dua jam, jasad korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi dengan peralatan yang terbilang minim.
"Saat melakukan pencarian, para karyawan dan satpam menggunakan peralatan seadanya. Selain menggunakan perahu kecil, mereka juga memakai drum dan ban dalam bekas untuk dijadikan pelampung, demi melakukan penyisiran di kolam itu," kata Kapolsek Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim, Iptu AA Rachmat, Jumat (27/7/2018).
Kapolsek melanjutkan, secara bergantian para karyawan menyelam ke dasar kolam tanpa menggunakan peralatan selam untuk mencari korban.
Perjuangan mereka membuahkan hasil. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Proses pencarian serta evakuasi pria berumur 20 tahun itu menjadi tontonan warga sekitar.
--page
"Belum diketahui secara pasti apakah Jamaludin merupakan korban pembunuhan atau bunuh diri. Jasadnya masih di visum di Puskesmas Pundu. Kami masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi," tutur Kapolsek. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)








