PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Akibat kelakuannya, Geokto Parulian, 40, pedagang pernak pernik yang mabuk dan tidur di Musala Babussalam, kawasan Pasar Palagan Sari, Kelurahan Madurejo, diciduk anggota Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (27/7/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Laki-laki asal Jalan Buaran I, Nomor 8, RT 4, RW 12, Klender, Kecamatan Duren Sawit, Kotamadya Jakarta Timur, itu ternyata diketahui sudah tiga hari menumpang tidur di musala tersebut.

Walau demikian, ia sempat diduga orang tidak waras, lantaran marah-marah saat diminta untuk berpindah posisi tidur oleh warga yang hendak menunaikan salat di musala itu.

Komandan Regu 3 Satpol PP Kobar Sayyid Abdul Badawi menuturkan, pihaknya mendapat laporan tentang Geokto Parulian saat mengawal kunjungan bupati ke kawasan Pasar Palagan Sari.

"Awalnya saat mengawal kunjungan Ibu Bupati Kobar ke kawasan Palagan Sari, kami mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya orang yang tidur di Musala Babussalam. Warga menduga orang tersebut tidak waras, lantaran saat diminta untuk berpindah posisi tidur, akibat keberadaanya mengganggu orang salat, lelaki tersebut malah marah-marah," tutur Badawi.

--page

Agar tidak membuat kehebohan, lanjut Badawi, Regu 3 dan Regu 6 Satpol PP kemudian bergerak menangkap orang tersebut setelah kunjungan Bupati selesai.

"Ternyata dia bukan orang tidak waras. Berdasarkan pengakuannya, dia  ternyata pedagang pernak-pernik yang bermaksud berjualan ketika ada even musik reggae di Kawasan Taman Segitiga," jelas Badawi.

Saat digeledah, lanjut Badawi, lelaki itu tampak berusaha menyembunyikan sebuah benda yang ternyata meniman keras jenis arak yang dikemas dalam bekas botol air mineral.

"Saat penangkapan, dia awalnya mengaku botol minuman tersebut hanya air mineral. Namun ketika kami periksa, ternyata isinya arak. Saat ini lelaki tersebut sudah kami amankan ke Kantor Satpol PP dan Damkar Kobar untuk pemeriksaan lebih lanjut," sebutnya.

Sementara itu, Geokto Parulian mengaku tiba di Kabupaten Kobar sekitar tiga hari lalu.

--page

"Dari Jakarta saya menuju Semarang. Kemudian menumpang kapal laut saya datang ke Kabupaten Kobar, lantaran mengejar acara musik reggae. Di mana saya akan berjualan pernak-pernik saat acara musik itu," akunya.

Saat ditanya alasannya marah kepada warga saat tidur di musala, Geokto dengan gaya bicara ngawur membantahnya.

"Saya enggak ngamuk-ngamuk Pak. Itu bisa-bisanya mereka saja kali bikin laporan," ujar Geokto dengan napas yang beraroma alkohol. (KRIDA/B-3)