BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengusulkan pembangunan rumah relokasi bagi nelayan yang berada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Hal itu dilakukan karena saat ini dampak abrasi sangat mengkhawatirkan. "Kami kembali mengusulkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan rumah nelayan, melanjutkan pembangunan pada tahun lalu," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Jumat (27/7/2018).
Hal itu dilakukan karena rumah nelayan yang berada di tepi pantai sangat rawan abrasi. Bahkan pemerintah sendiri terus melakukan pengamanan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban abrasi tersebut. Karena hingga saat ini sekitar 30 buah rumah warga terkena dampak abrasi.
"Pada 2016 lalu sudah 88 rumah kita bangun, bantuan dari pemerintah pusat. Dan sudah mulai ditinggali nelayan, namun masih banyak yang belum tertampung," kata Supian.
Setidaknya, sekitar 326 rumah nelayan yang ada di tepi pantai harus direlokasi. Hal itu karena abrasi sudah mulai meluas. Sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat.
--page
Oleh sebab itu, pemkab terus mengusulkan pembangunan rumah relokasi tersebut secara bertahap. Dengan harapan nantinya rumah nelayan tersebut bisa ditempati seluruh masyarakat yang tinggal di tepi pantai. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








