BORNEONEWS, Sampit - Total lahan yang terbakar di Kotawaringin Timur hingga saat ini seluas 186,3 hektare. Sementara itu, stagus siaga darurat ditetapkan sejak 16 Juli 2018 lalu.
"Sejak status siaga darurat karhutla, ada 186,3 hektare lahan di Kotim yang terbakar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. M Yusup, Sabtu (27/7/2018).
Rata-rata kejadian karhutla sendiri berada di wilayah perkotaan dan selatan Kotim. Terbesar terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan jumlah tujuh titik. Bahkan pemadaman harus dilakukan melalui udara, mengingat luasan lahan yang terbakar mencapai puluhan hektare.
"Untuk di wilayah selatan, kami harus meminta bantuan pemadaman lewat jalur udara. Dan saat ini sudah pendinginan melalui jalur darat," kata Yusup.
Sebanyak 104 kali water bombing dilakukan untuk memadamkan api di wilayah selatan tersebut. Sebab, titik api sulit dijangkau melalui jalur darat.
--page
"Mudah-mudahan di lahan tersebut tidak terus meluas, dan api bisa dipadamkan. Apalagi sudah ada turun hujan," terang Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








