PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Inspektur Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan menganggap setiap teror yang pernah diterima sebagai hal biasa.  Namun, ia menyebut kali ini teror yang bisa mencederai fisik, yakni berupa pelemparan benda diduga bom molotov ke rumahnyateror. 

Alman mengatakan, secara rinci bukti teror yang pernah dia terima sudah dihapus. Namun, ia masih mengingat salah satunya. 

"Cuma disebut bahwa hidup itu tidak selalu di atas. Jabatan itu kadang di bawah, kadang di atas. Begitu pensiun, masyarakat akan menilai baik buruknya sewaktu menjabat," kata Alman di Inspektorat Kota Palangka Raya, Sabtu (28/7/2018) siang. 

"Secara terselubung, isinya teror juga. Cuma saya tidak menghiraukan karena waktu di dinas tata kota juga sama (pernah diteror). Yang pasti saya melaksanakan tugas untuk pemerintah Kota Palangka Raya," beber Alman. 

Pelemparan benda di rumahnya, Jalan Hiu Putih 10 itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (28/7/2018). Dia mengetahui setelah keponakannya, Eben menggedor-gedor pintu kamar sembari berteriak ada api. 

--page

Setelah keluar, Alman melihat ada seseorang di samping rumah. Ketika didatangi dan ditanya mencari siapa, orang tidak dikenal itu langsung kabur menggunakan motor. 

Alman kemudian menghubungi aparat kepolisian. Namun Alman tidak langsung memadamkan api dengan maksud bisa lebih dulu ditindaklanjuti aparat kepolisian. 

"Untungnya mengenai tiang teras rumah. Botolnya sebesar tempat penjualan bensin. Di dalamnya ada bensin dan terdapat sumbu kompor yang masih baru. Istilahnya bom molotov. Api saya biarkan sambil dijaga dan padam sendiri," tutur Alman.

Atas kejadian tersebut, Alman berencana melaporkan secara resmi ke Polres Palangka Raya. Ia berharap, polisi bisa mengusut siapa pelakunya. (BUDI YULIANTO/B-11)