SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur H Dani Rakhman meminta Pemkab Kotim jika ingin serius mendukung keinginan Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran agar membuka ke publik perusahaan perkebunan mana saja yang selama tidak merealisasikan plasma dan CSR.

Karena keinginan orang nomor satu di Kalimantan Tengah tersebut sangat positif demi kesejahteraan masyarakat yang banyak berdiri investasi tersebut.

"Kami yakin jika dibeberkan perusahaan yang menyalurkan plasma dan CSR (Corporate Social Responsibility) itu masih sangat sedikit," kata anggota Komisi II DPRD Kotim tersebut, Minggu (29/7/2018).

Dengan dibeberkannya perusahaan perkebunan mana saja yang sudah dan belum menyalurkan plasma dan CSR sebagai upaya mendorong agar mereka bisa taat dan patuh terhadap kewajiban mereka.

Menurut politisi partai Demokrat itu, selama ini perusahaan yang didorong untuk membuat plasma selalu beralasan masyarakat tidak bisa menyiapkan lahan baru. Padahal dalam ketentuan tidak demikian. Plasma itu merupakan realisasi 20 persen dari kebun inti perusahaan.

--page

Begitu juga dengan CSR, perusahaan diakui selama ini merealisasikannya untuk infrastruktur, kesehatan dan pendidikan hingga sektor lainnya namun itu dinikmati bukan untuk masyarakat sekitar investasi mereka. Melainkan karyawan perkebunan mereka sendiri.

"Seperti wilayah utara Kotim bisa dilihat banyak sekolah di sejumlah desa mau roboh, saat musim hujan tidak bisa belajar karena bocor atapnya. Beda jauh dengan kemewahan fasilitas pendidikan di perusahaan di sekitar desa mereka," tukas Dani Rakhman.

Di situ menurut dia kadang membuat keprihatinan. Karena keberadaan perusahaan di Kotim belum memberikan dampak yang begitu besar bagi kesejahteraan masyarakat.

"Belum lagi kita berbicara banyaknya masyarakat yang masuk penjara akibat mencuri sawit itu penyebabnya karena adanya ketimpangan itu," pungkasnya. (NACO/B-5)