KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Beras lokal asal Pagatan di Kasongan sejak beberapa hari terakhir sulit didapatkan. Karena langka, warga yang biasa mengonsumsi beras Pagatan ini terpaksa membeli beras jenis lainnya, seperti siam unus maupun beras jawa yang harganya lebih mahal.

"Kayaknya makan nasi siam unus gak kenyang, soalnya kalau dimasak nasinya keras, beda dengan beras lokal pagatan yang pulen, makanya kita kemarin sudah pesan beras pagatan ini kepada pengepul tapi sampai sekarang belum dapat," aku Mariana, seorang ibu rumah tangga warga Kasongan, Minggu (29/7/2018).

Mariana mengaku sudah sejak lama keluarganya mengkonsumsi beras lokal pagatan ini untuk dimasak setiap harinya.

"Kita sudah sejak dua tahun terakhir ini haampir tidak pernah lagi membeli beras kemasan yang dijual di toko atau warung, sebab rasanya tidak lebih enak dibanding beras lokal pagatan, juga harga beras kemasan mahal," katanya.

Mariana berharap pasokan beras lokal pagatan ke wilayah Kasongan dan sekitarnya bisa kembali normal, sehingga pihaknya bisa dengan mudah mendapatkan beras pagatan ini.

--page

Warga Kereng Humbang Kelurahan Kasongan Lama ini mengaku kalau toko dan warung di Kereng Humbang termasuk di Jalan Soekarno-Hatta sejak beberapa hari terakhir kehabisan stok beras pagatan ini.

Pantauan borneonews.co.id sejumlah toko sembako di Kasongan sejak beberapa hari terakhir kehabisan stok beras lokal pagatan ini.

Namun ada salah satu toko sembako di Pasar Kasongan yang menjual beras lokal pagatan ini, akan tetapi stok terbatas.

"Harganya masih sama Rp11 ribu per kg, tapi stoknya tinggal setengah sak lagi," kata Tati, seorang pemilik sembako di Pasar Kasongan. (ABDUL GOFUR/B-5)