BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar menegaskan, benda yang dilempar ke rumah Inspektur Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan, bukanlah bom molotov.
"Salah kalau bom molotov. Kata bom molotov, tidak ada. Itu molotov saja," kata AKBP Timbul, Minggu (29/7/2018).
Ia menuturkan, disebut molotov saja karena tidak ada daya ledak. "Jadi cuma botol diisi minyak tanah," imbuhnya.
Kapolres menambahkan, sampai saat ini, pihaknya masih menyelidiki siapa pelakunya. Anggota juga masih bekerja di lapangan untuk mencari identitas pelaku.
Mengenai adanya seseorang yang sempat dicurigai Alman, Kapolres menyebut masih diselidiki.
--page
"Sampai sekarang masih penyelidikan. Kita belum bisa memastikan karena minim saksi," tutur Kapolres.
Seperti diberitakan, rumah Alman P Pakpahan di Jalan Hiu Putih 10, dilempar benda molotov pada Sabtu (28/7/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.
Alman bersama keluarganya kaget bukan kepalang melihat kejadian itu. Bahkan bersamaan dengan itu, semburan api langsung keluar hingga ketinggian mencapai setengah meter.
Sebelum kejadian, ia sempat ngobrol bersama istri, ipar dan keponakan hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Alman kemudian pamit untuk beristirahat. Namun, ia tidak bisa langsung tidur.
Sekitar pukul 02.00 WIB, keponakannya bernama Eben mendadak menggedor pintu sembari mengatakan 'om-om ada api di luar'.
--page
Alman yang sudah dalam posisi setengah tidur langsung terperanjat kaget. Ia pun bergegas keluar dan benar melihat ada api di teras rumahnya.
Di saat itu pula, ia melihat ada seseorang berada di samping rumahnya. Alman mendatangi dan bertanya. Tapi orang tidak dikenal itu langsung kabur menggunakan motor. (BUDI YULIANTO/B-5)








