BORNEONEWS, Kasongan - Terbatasnya pasokan beras lokal pagatan di Kasongan dan sekitarnya karena sejauh ini padi atau beras dari wilayah Kecamatan Katingan Kuala banyak dijual ke luar daerah, seperti Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Anggota DPRD Kabupaten Katingan Karyadi membenarkan kalau selama ini beras ataupun padi dari petani di wilayah Katingan I dan Katingan II (eks transmigrasi) di wilayah Kecamatan Katingan Kuala banyak dibawa atau dijual kepada pengepul luar daerah, seperti dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.
"Selama ini gabah dan beras produksi petani di wilayah Kecamatan Katingan Kuala itu banyak dibawa ke luar daerah, seperti Sampit dan Banjarmasin," sebut Karyadi, anggota DPRD Katingan, Minggu (29/7/2018).
Karyadi mengatakan, selama ini wilayah Kecamatan Katingan Kuala merupakan lumbung padi di Kabupaten Katingan. Namun anehnya, tidak jarang masyarakat Katingan membeli beras asal Banjarmasin yang notabene beras tersebut berasal dari Kabupaten Katingan, yaitu Kecamatan Katingan Kuala.
"Hebatnya beras asal Katingan Kuala ini dikemas sedemikian rupa dengan diberi label bermerrk yang kembali dijual di Katingan dengan harga yang jauh lebih mahal," ujarnya.
--page
Banyaknya beras yang dibawa ke luar daerah ini, tutur Karyadi karena dipengaruhi faktor transportasi.
Pasalnya, hingga 16 tahun Katingan menjadi kabupaten, belum ada jalan darat yang tembus ke Katingan Kuala maupun ke Kecamatan Mendawai dari Kasongan.
"Kalau sudah musim panen banyak kapal dari Banjarmasin yang datang ke Katingan II dan Katingan I untuk membeli beras melalui Laut Jawa," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)








