BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Dani Rakhman menilai musim kemarau seperti sekarang ini berdampak pada harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.
"Sebab, warga yang biasanya menggunakan alur sungai kini terkendala lagi karena sungai surut sehingga biaya angkut semakin meningkat," kata Dani Rakhman, Minggu (29/7/2018).
Menurutnya musim kemarau harga barang di pedalaman Kotim yang akses satu-satunya hanya lewat sungai pasti akan ada kenaikan harga, karena sungai tidak bisa digunakan.
Karena itu, lanjut dia jika saat ini kebutuhan mendasar di sana salah satunya keberadaan infrastruktur baik itu jalan maupun jembatan. Sebab jika jalur darat berfungsi secara maksimal, maka baik itu musim kemarau tidak menjadi persoalan.
"Begitu juga sebaliknya kalau musim hujan maka ada opsi lain jika kondisi jalan rusak berat. Harga kebutuhan pokok tidak jadi masalah," tandasnya.
--page
Maka dari itu ia berharap agar pembangunan sarana prasanana di pelosok bisa ditingkatkan lagi oleh pemerintah. Agar jangan menjadi permasalahan tiap memasuki musim hujan maupun kemarau.
Ia menyebutkan dengan terbangunnya seluruh infrastruktur akan membawa dampak ganda tidak hanya dalam pembangunan. Tapi juga masyarakat terbantu dalam meningkatkan kesejahteraannya. (NACO/B-5)








