KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Pengepul karet di Kasongan mengaku kewalahan menampung getah sejak harga mengalami kenaikan dua pekan terakhir.

Di Kasongan ada beberapa penampung/pengepul getah karet, salah satunya berada di Jalan Soekarno-Hatta.

"Iya sejak harga getah naik jadi Rp650 ribu per pikul, kini banyak petani karet menjual getahnya ke kita," aku Yadi salah seorang pengepul gatah karet, Minggu (29/7/2018).

Menurutnya, jika biasanya dirinya sebulan tiga kali menjual getah karet hasil pembelian dari petani, kini ia mengaku diprediksi dalam sebulan ia bisa memasok getah ke pabrik empat sampai lima kali dalam sebulan.

Yadi mengaku menjual getah karet hasil pembelian dari petani, itu ke pabrik yang ada di Km45 Palangka Raya.

--page

Namun ia mengaku kadang menjual ke pabrik karet yang ada di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kslsel).

"Kita lihat perbandingan harganya, kalau di Banjarmasin lebih mahal ya kadang kita jual ke pabrik di Banjarmasin, tapi kalau bedanya sedikit kita jual ke pal 45 Palangkaraya," katanya. 

Yadi mengaku karet pembelian dari petani lebih dulu dijemur atau dikeringkan untuk mengurangi kadar air.

Ini dilakukan karena pabrik membeli harga tinggi karet yang sudah dikeringkan. "Terus terang saat ini kita kewalahan menampung getah karet dari petani yang dijual ke kita," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)