JAKATRTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT PP London Sumatra Plantation Tbk (LSIP) mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2018 sekitar 47,5% atau menjadi Rp224,9 miliar, dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp428,1 miliar.

Laporan keuangan yang dipublikasi akhir pekan lalu menyebutkan melemahnya laba disebabkan rendahnya penjualan perseroan selama enam bulan pertama tahun ini sekitar 28,5% atau menjadi Rp1,763 triliun, dari kurun waktu serupa tahun lalu Rp2,467 triliun.

Penurunan laba dan penjualan tertutama seiring melemahnya harga rata-rata produk sawit (CPO) dan palm kernel serta karet, dan juga karena penurunan volume penjualan.

Volume penjualan produk sawit perseroan sebagian besar menurun, misalnya volume penjualan CPO melemah 19,9% atau menjadi 171.012 ton, palm kernel juga turun 20,4% atau menjadi 42.477 ton, serta karet anjlok 34,8% menjadi 3.728 ton. Sedangkan, volume penjualan OP seeds naik 25,4% atau menjadi 4.941 ton.

Volume penjualan CPO dipengaruhi oleh waktu dalam realisasi persediaan CPO. Kendati demikian, produksi CPO meningkat 3,5% menjadi 186.812 ton, produksi tandan buah segar (TBS) inti juga menguat 8,7% menjadi 636.539 ton sepanjang semester I 2018. 

--page

Lonsum akan terus mempertahankan posisi keuangan yang solid dengan posisi kas bersih dan tidak adanya pendanaan melalui utang. Adapun posisi kas dan setara kas meningkat menjadi sekitar Rp1,88 triliun yang dikontribusi dari kas bersih yang berasal dari aktivitas operasi. (NEDELYA RAMADHANI/m)