SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Proyek pemugaran kompleks makam pahlawan HM Arsyad di Mentaya Hilir Selatan dibatalkan, setelah berpolemik lantaran ada penolakan dari ahli waris. Permasalahan ini mendapat perhatian serius Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi.

“Tentu ini menjadi perhatian dan akan kita evaluasi. Saya tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi ke depannya,” tegas Supian Hadi, Senin (30/7/2018).

Terkait itu, Supian Hadi menekankan kepada SOPD agar benar-benar teliti dalam perencanaan. Jangan sampai, perencanaan yang asal-asalan malah menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Perencanaan awal dari semua kegiatan pemerintah. Kalau dari segi perencanaan saja salah, pasti pelaksanaannya juga. Ini yang selalu saya tekankan, perencanaan harus benar-benar matang,” tegasnya.

Dia mencontohkan seperti pembangunan Pasar Rakyat Mentaya, lantaran perencanaan yang tidak matang imbasnya bangunan itu terkesan mubazir.

--page

Sementara terkait batalnya proyek pemugaran makam HM Arsyad, Supian Hadi meyakini hal tersebut sudah keputusan bersama dan memang yang terbaik.

“Awalnya saya hanya ingin makam HM Arsyad itu dipercantik pagarnya, jalan ditinggikan biar tidak banjir, di depannya ada ornamen rumah betang. Nanti akan saya cek apakah perencanaan proyek itu sesuai dengan keinginan saya dari awal,” tegas Supian Hadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)