SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2018 belum ada kejelasan berapa jumlahnya.

Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) RI. 

"Hingga saat ini belum ada kejelasan berapa jumlah kuota yang ada di Kotim, atau bahkan Kalteng," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim Alang Arianto, Senin (30/7/2018). 

Dirinya menernagkan, beberapa hari lalu pihaknya sudah melaksanakan rapat bersama di Palangka Raya yang langsung dihadiri oleh Badan Kepegawaian Negara. Namun dalam hal itu belum juga diketahui berapa kuota masing-masing daerah di Indonesia ini. Karena sama-sama menunggu informasi langsung daei Kemenpan. 

"Jadi kita tunggu saja kejelasannya, namun yang pasti untuk seindonesia dibuka CPNS sebanyak 230 ribu," kata Alang. 

--page

Dalam rapat yang dilakukan pihaknya tersbeut hanya membahas masalah teknis pelaksanaan yang dilakukan secara Zona dan sistem computer assisted test (CAT). Yang mana direncanakan ada dua zona di Kalteng, yakni Palangka Raya dan Kotawaringi Barat. 

Sistem zona tersebut dilakukan karena adanya keterbatasan pegawai BKN yang melakukan pengawasan pelaksanaan tersebut. Sehingga hal itu harus dilakukan. 

"Namun kami mengusulkan agar zona ditambah menjadi empat, yakni pelaksanaannya di Palangka Raya, Barito, Kotim, dan Kotawaringin Barat. Dan itulah yang masih kami usulkan," kata Alang.

Dirinya berharap kuota penerimaan CPNS di Kotim mencapai 250 oranh lebih. Hal itu dilakukan untuk mengganti PNS yang sudah pensiun pada 2017 lalu. Selain itu, pengusulan kuota sendiri diutamakan pada dua bidang yakni pendidikan dan juga kesehatan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)