SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ada 88 unit rumah relokasi belum ditempati para nelayan yang terkena dampak abrasi Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Masih banyak rumah ini yang belum ditempati, kemungkinan sekitar 20 unit yang masih kosong," ujar Sumarni, salah satu warga yang sudah pindah ke tempat relokasi tersebut sejak tujuh bulan yang lalu, Senin (30/7/2018). 

Dirinya menerangkan, rumah yang belum ditempati masyarakat tersebut rata-rata berada di bagian belakang. Hal itu terjadi karena sebagian warga belum ingin membongkar rumahnya dan ada juga yang tidak ingin meninggalkan perahu untuk mencari ikan milik mereka. 

"Kebanyakan dari mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap perahu milik mereka, jadi mereka akan pindah setelah ada pembangunan dermaga," kata Sumarni. 

Sementara itu, dirinya sangat senang dengan adanya rumah relokasi yang dibangun pemerintah. Apalagi saat ini, rumahnya sudah sangat dekat dengan abrasi pantai. Sehingga apa yang dilakukan oleh pemkab sangatlah membantu mereka. 

--page

"Sangat senang dan membantu. Karena rumah saya sangat dekat dan hanya beberapa meter saja dari abrasi," ucap Sumarni. 

Dirinya menerangkan bahwa tanah dan bangunan yang diberikan pemerintah juga sangat bagus. Bagunan rumah sendiri tipe 36 dengan dua kamar. Sedangkan tanah yang diberikan juga cukup luas yakni 15x30 meter. 

"Jadi tanah belakang masih bisa kami bangun, baik itu rumah ataupun walet," kata Sumarni. 

Dengan adanya hal itu, dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu dan memperhatikan nasib pihaknya yang terkena dampak abrasi. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)