BORNEONEWS, Sampit- Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur Parimus meminta pemerintah kabupaten menggandeng investor pengelolaan buah kelapa sawit.
"Salah satunya dengan membangun pabrik kelapa sawit di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Parimus, Senin (30/7/2018).
Menurut dia, pemkab hendaknya mengambil tindakan kala harga sawit anjlok seperti saat ini. Supaya persoalan tersebut dapat diatasi.
Karena kalau perusahaan mengolah buah sendiri saja sudah kewalahan, tentu tidak bisa menyalahkan mereka. "Makanya kondisi demikian akan membuat harga TBS petani itu anjlok," tukasnya.
Parimus yang pernah bergelut dengan usaha perkebunan sawit cukup merasakan dinamika pemasaran tandan buah segar (TBS) dari petani mandiri.
--page
"Maka dari itu, pemerintah kabupaten tidak cukup hanya menekan perusahaan untuk menerima buah dari warga," tukasnya.
Ia optimistis, hadirnya BUMD di sektor pengelolaan buah sawit bila dikelola oleh manajemen yang baik akan membawa dampak positif.
Selain itu, pemerintah juga akan menerima pendapatan asli daerah (PAD). Sedangkan masyarakat akan lebih sejahtera dengan harga TBS yang stabil dikalangan petani. Apalagi di Kotim sudah ada Perda BUMD. (NACO/B-3)








