BORNEONEWS, Sampit - Tiga penambang emas yang meninggal di lokasi pertambangan di Kabupaten Katingan diketahui merupakan warga Jalan Tumbang Ingei, Kelurahan Pendahara.
Informasi terhimpun, tiga korban itu yakni GWN alias DG, warga Jalan Tumbung Ingei, Kelurahan Pendahara RT 7 RW 2, Kabupaten Katingan.
Kemudian, AL warga Jalan Tumbung Ingei, Kelurahan Pendahara RT 4 RW 1 Kabupaten Katingan, dan terakhir GP warga warga Jalan Tumbung Ingei, Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/7/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Berawal saat korban bekerja mencari emas di lubang yang kedalamannya sekitar 7 meter.
Kondisi lubang berair, dan tiba-tiba dinding yang berpasir dan basah runtuh sehingga menimpa dan menimbun para pekerja tambang sebanyak 5 orang yang berada di dalam lubang tersebut. Tiga korban tidak dapat menyelamatkan diri dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
--page
Kejadian itu mengejutkan warga sekitar TKP, terutama sesama pekerja penambang emas dan puya di Desa Bangkuang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan. (NACO/B-11)








