BORNEONEWS, Tamiang Layang- Pintu ruangan kerja direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Timur kembali digembok.
Peristiwa itu diketahui media setelah Direktur PDAM Barito Timur Hendroyono melayangkan surat kepada Satpol PP untuk meminta pendampingan membuka ruang kerjanya, Selasa (31/7/2018).
Pantauan di lapangan, sejumlah anggota Satpol PP terlihat bernegosiasi dengan sejumlah karyawan PDAM agar bisa membuka pintu ruang kerja direktur.
Setelah berdiskusi dengan sejumlah karyawan PDAM, akhirnya gembok pintu ruang kerja PDAM dibuka oleh satpam disaksikan anggota Satpol PP, aparat kepolisian, dan karyawan PDAM. Namun tidak lama kemudian pintu ruang direktur digembok kembali.
Dari informasi yang diperoleh Borneonews, seluruh karyawan merasa tidak bisa bekerja sama lagi dengan Hendroyono sejak Mei 2018.
--page
"Siapapun yang ditempatkan direktur PDAM tidak dipermasalahkan, selagi bisa memperhatikan kesejahteraan dan hak karyawan," ungkap seorang pegawai PDAM.
Di tempat terpisah, Plh Bupati Barito Timur Eskop mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui permasalahan yang terjadi. Karyawan PDAM juga ada yang sudah melapor kepadanya.
"Mereka menuntut ada hal-hal yang tidak terakomodasi seperti dana pensiun tidak terbayarkan dan BPJS Ketenagakerjaan tidak terbayar," ujar Plh Bupati.
Terkait permasalahan yang ada, direktur PDAM untuk sementara dinonaktifkan sambil dilakukan pemerikaan khusus. Hasil pemeriksaan tidak mendapati kerugian daerah dalam bentuk korupsi oleh yang bersangkutan.
"Sehingga kami tidak boleh memaksakan kehendak sendiri dengan mengganti yang bersangkutan tanpa ada kesalahan yang jelas berdasarkan data. Bila ada masalah ketidakharmonisan antara direktur dan karyawan, itu tugas dia sebagai pimpinan untuk merangkul semuanya."
--page
"Pemimpin harus bisa menyejahterakan dan memprofesionalkan pegawainya. Kalau tidak bisa melakukan hal tersebut, maka bisa dianggap kegagalan seorang pemimpin," tandas Eskop.
Eskop juga menyarankan agar Direktur PDAM (Hendroyono) melapor ke kepala daerah bila mengalami permasalahan atau kesulitan.
"Kalau dia (Hendroyono) mau menggunakan preman, kita kerahkan aparat untuk menjaga karyawan PDAM. Enggak zamannya sekarang menggunakan preman," tegas Eskop. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)








