SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota  DPRD Kotawaringin Timur, Hary Rahmad Panca Setia menilai tidak maksimalnya perekaman data kependudukan di Kotim  tidak semata kesalahan dari Dinas Kependudukan dan  Pencatatan Sipil saja.

"Tidak bisa kita salahkan Disdukcapil saja. Namun itu terjadi karena rendahnya kesadaran warga untuk mengurus adminduk tersebut," kata Hary, Selasa (31/7/2018).

Hary melihat, pegawai Disdukcapil Kotim itu sudah maksimal, bahkan melakukan jemput bola untuk merekam data penduduk. Tentunya dengan upaya itu tidak semudah membalikan telapak tangan.

Bahkan menurut dia, tidak elok jika hanya menyalahkan dan menumpahkan masalah tidak maksimalnya itu semata ke pemerintah daerah.

" Karena saya melihat bahwa ada kesalahan dari sejumlah warga yang enggan mengurus KTP Elektronik itu, “kata Hary.

--page

Menurut dia, ada ratusan ribu penduduk Kotim yang harus diurus, didata dan dilengkapi adminduknya. Maka dari itu, data penduduk yang masih kurang 40 ribu jiwa belum mereka tuntaskan itu adalah sebuah kewajaran saja.

Hary mengakui  tingkat kesadaran masyarakat Kotim untuk merekam data kependudukanya itu perlu ditingkatkan. Karena saat ini, segala sesuatu diwajibkan menggunakan KTP Elektronik.

"Artinya  masyarakat memang harus dipaksa mengurus KTP. Selain untuk memudahkan pemerintah dalam mendata jumlah pasti penduduk juga KTP memang diperlukan sebagai  data mendasar untuk akses publik," tandasnya.

Sekarang solusi lain yang bisa dilakukan bagaimana memberikan kesadaran bagi masyarakat itu agar segera melakukan perekaman itu. (NACO/B-2)