SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Realisasi serapan beras terhadap petani lokal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) oleh Bulog Sub Divisi Regional Sampit hingga saat ini masih rendah. Hal karena harga beras di Bulog lebih rendah dibandingkan harga umum di pedagang pengepul.

"Serapan beras dari petani Kotim hingga saat ini masih rendah dibandingkan target yang ditetapkan. Karena harga pembelian dari pemerintah lebih murah dibandingkan pengepul, ataupun di pasaran," ujar Kepala Seksi Harga Pasar, Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Sub Divisi Regional Sampit Wanto, Rabu (1/8/2018).

Tahun ini Bulog Sampit ditargetkan menyerap beras sebanyak 1.075 ton. Namun hingga saat ini hanya terealisasi 160 ton. Sehingga hal itu sangat jauh dari target yang ditetapkan. 

Ini terjadi karena saat ini di pasaran, beras petani bisa dijual dengan harga Rp8.300 hingga Rp9.000 per kilogram.

Sedangkan harga dari pemerintah sudah menetapkan Rp8.030 per kilogram. 

--page

Kondisi ini menyebabkan petani lebih memilih menjual ke pasaran atau kepada pengepul. Karena akan lebih menguntungkan bagi mereka.

Sedangkan Bulog sendiri sangat dilema, dan tidak bisa mengubah semaunya harga yang ditetapkan pemerintah tersebut. 

"Itulah yang menjadi penyebab sedikitnya serapan beras dari petani, dan ini menjadi perhatian pihaknya," terang Wanto. 

Bulog menyiasati hal itu dengan menyerap beras dari luar daerah dari Pagatan, Kabupaten Katingan. Ini karena produksi beras di sana cukup besar, dibandingkan Kotim dan Seruyan. 

Walaupun begitu, pihaknya terus berupaya melakukan penyerapan di daerah ini. Dengan cara melakukan pendekatan dengan petani dan juga penggilingan beras di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)