BORNEONEWS, Sampit- Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait lainnya, langsung melakukan berbagai upaya terhadap 13 orang korban KM Bunga Hati II yang tenggelam di perairan Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) malam.
Polres Kotim terlibat dalam upaya penangan ke-13 korban KM Bunga Hati II lantaran mereka dievakuasi di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Arifianto saat memantau proses evakuasi para korban, mengatakan bahwa salah satu upaya yang pihaknya lakukan terhadap para korban ialah memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan medis.
"Dari hasil pengecekan medis itu mereka dinyatakan dalam kondisi sehat," kata AKP Boni mewakili Kapolres Kotim.
Selain itu, Polres Kotim juga memberikan pengamanan dengan menempatkan personel melekat pada para korban yang saat ini diinapkan di Losmen Sri, Jalan S Parman, Kota Sampit.
--page
Petugas juga memberikan pelayanan konseling psikologi kepada para korban yang dibantu tim dari Polda Kalteng.
Di sisi lain, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel telah berkoordinasi Kapolres Indramayu untuk menghubungi keluarga korban selamat, terkait proses pemulangan dan penjemputan korban yang akan dipimpin Kasat Pol Air Polres Indramayu.
Seperti diberitakan, KM Bunga Hati II tenggelam di perairan Indramayu, sekitar 30 mil dari tepi pantai pada Sabtu (4/5/2018) malam.
Nakhoda dan anak buah kapal sempat terombang-ambing di lautan lepas selama kurang lebih 6 jam hanya dengan pelampung jaring. Di tengah gelapnya malam, melintas Kapal Motor MT Bahari Maju II dan memberikan pertolongan.
Para korban kemudian dijemput Kapal KPLP KNP 324 milik KSOP Sampit bersama Polairud Polda Kalteng dan Kapal Polair Polres Kotim. Hingga akhirnya diturunkan di Pelabuhan Sampit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. (NACO/B-3)








