SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Berbagai cerita haru mewarnai tragedi tenggelamnya KM Bunga Hati II di perairan Indramayu yang para anak buah kapal (ABK)-nya berhasil diselamatkan.

Seperti cerita Ernoto (20), salah seorang ABK KM Bunga Hati II yang berhasil selamat dari musibah tenggelam di peraiaran Indramayu pada Jumat (3/8/2018) lalu.

Saat ia berada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk ditampung sementara setelah selamatkan oleh KM Bahari Maju II Batam yang berlayar menuju Pelabuhan Bagendang. 

Saat bertemu Borneonews.co.id, ia menuturkan bahwa tidak menyangka bisa selamat dari tenggelamnya kapal tersebut.

Bahkan dia menyangka akan meninggal dunia. Sehingga hal itupun membuatnya menangis saat berupaya menyelamatkan diri.

--page

"Saya nangis, dan sudah menyangka dalam hati bahwa tidak bisa menyelamatkan diri," ujar Ernoto, Senin (6/8/2018). 

Tangisan tersebut bukan tanpa sebab, di mana saat itu kondisi kapal sudah dalam keadaan terbalik. Ditambah lagi Ernoto sendiri tidak bisa berenang.

Sehingga setelah sempat melihat 12 orang kawannya sudah berada di lambung kapal. Diapun sempat pasrah dengan apa yang dialami, dan menangis di perairan tersebut. 

Beruntung saat itu sang nahkoda yang tahu bahwa anak buahnya masih berada di laut, langsung melakukan pencarian dan berhasil menyelamatkannya. 

"Saat itu nahkoda saya langsung menarik kerah baju saya, hingga kami dikumpulkan di atas lambung kapal yang terbalik," kata Ernoto. 

--page

Ia bersyukur setelah berhasil diselamatkan oleh salah satu kapal yang melintas. Bahkan tangis harupun terjadi saat kejadian tersebut.

Saat ini ia berharap bisa kembali bertemu dengan keluarga di Indramayu agar kekhawatiran disana bisa terobati. 

"Alhamdulillah saya sudah hubungi keluarga di sana, dan mudah-mudahan kami segera pulang. Karena sudah cukup kangen dengan keluarga," terang Ernoto. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)