SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabag Psikologi Biro SDM Polda Kalteng Kompol Merson Masluhadi yang memberikan konseling kepada 13 korban kapal tenggelam asal Indramayu mengatakan masih ada korban yang belum bisa melupakan kejadian yang dialami.

Namun pihaknya pada Senin (6/8/2018) di aula Hotel Grand itu meminta kepada korban untuk tetap semangat sehingga bisa kembali beraktivitas lagi.

"Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian di sini, bupati karena dengan cepat mengambil tindakan kepada mereka," kata Merson.

Sementara itu pihaknya dari bagian psikologi Polda Kalteng memberikan kepercayaan bagi korban agar nanti bisa beraktivitas lagi seperti semula.

"Makanya tadi kami berikan mereka rilelsasi secara psikologi yang biasa kami berikan, kami berharap mereka bisa melaut lagi, tetap semangat," ucapnya.

--page

Bahkan para korban berharap bisa mendapatkan kapal lagi dan mereka bisa bekerja karena itulah mata pencaharian mereka.

"Memang dari kondisi awal saat konseling tadi ada beberapa dari mereka masih terbayang-bayang dengan kejadian tersebut makanya saya ingatkan tadi yang berlalu biarlah berlalu kami juga titipkan pesan kepada mereka," tukasnya.

Merson melihat setelah konseling itu dilakukan ada perubahan. Bahkan par korban mengatakan akan mengambil hikmah dari kejadian itu.

Minggu (5/8/2018) Maslani, Wardani, Mahendra, Omang Aldianto, Triasno Purnomo, Airun, Warno, Toni, Supiyanto, Bagja, Ernoto, Wahyono dam Ferdian di jemput dI DAS Bagendang, Kecamatan Mentaua Hilir Utara. 

Saat kapal mereka teggelam di perairan Indramayu sekitar 30 mil dari daratan, pada hari Sabtu (4/8/2018) lantaran dihantam ombak.

Para korban sempat bertahan di perairan Indramayu selama 6 jam dan pada saat itu kebetulan MT Bahari Maju II melihat para korban berada di atas punggung kapal yg terbalik lalu melakukan pertolongan pada Kapal Bunga Hati 2 yang terbalik tersebut. (NACO/B-6)