JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada akhir pekan lalu, harga minyak sawit (CPO) ditutup di level RM2.196, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.179 serta harga tinggi (High) di RM2.198.

"Sempat melemahnya harga CPO pada Jumat karena dipicu kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat dan China, yang sempat menjadikan sentimen negatif pelaku pasar. Namun jelang penutupan perdagangan harga berangsur membaik atau kembali mengalami penguatan," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Senin (6/8). 

China menyatakan akan membalas jika Amerika Serikat bertindak atas ancaman untuk menaikkan tarif ekspor dari Negeri Tirai Bambu itu. Hal ini memicu kekhawatiran di pasar bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu akan meningkat.

Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menginstruksikan para pejabat perdagangan untuk mengkaji peningkatan tarif hingga 25% dari awalnya sebesar 10% terhadap produk impor dari China.

Adapun harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sebesar 0,2% pada RM2.196 atau setara dengan $538,24 per metrik ton pada perdagangan akhir pekan lalu. Secara keseluruhan, dalam kurun waktu sepekan CPO telah mengalami kenaikan sebesar 0,5%.

--page

Sementara itu, pada perdagangan Senin (6/8/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.214. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.209, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.215, dan harga rendah (Low) di RM2.202.

"Sehingga secara perhitungan untuk harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada siang ini tercatat naik sebesar 0,8% pada RM2.214 atau setara dengan US$543,31 per metrik ton, di mana sebelumnya naik sebesar 0,9% saat menyentuh level RM2.215," ucapnya.

Minimnya fundamental pasar yang bergerak positif, serta adanya penguatan pada mata uang Ringgit Malaysia, menurut Arie, cenderung akan membatasi pergerakan dari harga CPO.

"Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.218 (resistance 1), RM2.228 (resistance 2), dan RM2.246 (resistance 3). Sementara perdagangan di hari ini juga terdapat potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.185 (support 1), RM2.173 (support 2), dan RM2.165 (support 3)," imbuhnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)