BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada perdagangan Senin (6/8/2018) ditutup di level RM2.206, dengan histori pada hari perdagangan kemarin menyentuh harga rendah (Low) di RM2.193 serta harga tinggi (High) di RM2.215.
"CPO berjangka ditutup naik tipis dibandingkan pada hari perdagangan sebelumnya yang naik hampir 1%. Harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 0,5% pada harga RM2.206 atau setara dengan US$541,08 per metrik ton pada penutupan perdagangan," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Saat sesi perdagangan sedang berlangsung, kata Arie, dirilis data ekspor secara keseluruhan periode Juli 2018 dibandingkan dengan periode yang sama. Menurut Surveyor kargo Societe Generale de Surveillance atau SGS, data ekspor CPO Malaysia tercatat pada 1.049.970 metrik ton vs 1.058.832 metrik ton, terdapat selisih 8.862 metrik ton dibandingkan dengan periode yang sama atau turun sebesar 0,84%.
Pada hari perdagangan Senin kemarin, mata uang Ringgit Malaysia mengalami penguatan sebesar 0,1% di level RM4,0770 per dolar AS setelah sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan.
"Perdagangan hari Selasa ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.211. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.201, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.218, dan harga rendah (Low) di RM2.199," ucapnya.
--page
Potensi adanya penguatan pada hari ini, kata Arie, perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.228 (resistance 1), RM2.246 (resistance 2), dan RM2.257 (resistance 3).
"Sementara perdagangan hari ini juga terdapat potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.192 (support 1), RM2.185 (support 2), dan RM2.173 (support 3)," sebut Arie. (NEDELYA RAMADHANi/m)








