BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Selasa (7/8/2018), harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka ditutup di level RM2.235, dengan histori pada hari perdagangan itu menyentuh level rendah (Low) di RM2.199 serta level tinggi (High) di RM2.237.
"CPO berjangka Malaysia pada perdagangan Selasa melanjutkan tren positif dan harga ditutup di harga yang lebih tinggi dibandingkan hari perdagangan sebelumnya. Pelemahan mata uang Ringgit Malaysia menopang apresiasi CPO di negara produsen terbesar kedua dunia tersebut, sehingga terjadi peningkatan volume transaksi," kata Analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya di Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Ringgit Malaysia turun sebesar 0,2% pada RM4,0470 per dolar AS, yang merupakan kisaran terlemah sejak 27 Desember silam. Secara keseluruhan, ringgit telah melemah sebesar 0,9% sepanjang 2018.
Harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sebesar 1,3% pada RM2.235 atau setara dengan US$548,60 per metrik ton, yang merupakan capaian tertinggi intraday saat menyentuh kisaran RM2.237 sebagai kisaran terkuatnya terhitung sejak 11 Juli silam.
Malaysia Palm Oil Council (MPOC) dan Malaysia Palm Oil Board (MPOB) selaku badan pemerintah utama masing-masing memangkas prospek produksi 2018 menjadi 20,3 juta ton dan 19,90 juta ton. Penurunan itu didukung oleh hasil yang lebih rendah dan hujan pada semester kedua, meskipun produksi paruh kedua selalu lebih tinggi dibandingkan semester pertama.
--page
"Dukungan lain terhadap penguatan harga CPO adalah kontrak minyak kedelai Chicago untuk Desember yang naik sebesar 0,6% pasca Departemen Pertanian Amerika Serikat yang mematok kondisi tanaman di bawah ekspektasi pasar," katanya.
Untuk perdagangan pada Rabu ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.228. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.236, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.237, dan harga rendah (Low) di RM2.219.
"Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.246 (resistance 1), RM2.257 (resistance 2), dan RM2.264 (resistance 3). Selain itu juga ada potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.209 (support 1), RM2.192 (support 2), dan RM2.185 (support 3)," ucapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








