BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Rabu (8/8/2018), harga minyak sawit mentah (CPO) ditutup di level RM2.258, dengan histori pada hari perdagangan kemarin menyentuh harga rendah (Low) di RM2.219 serta harga tinggi (High) di RM2.265.
"CPO berjangka Malaysia naik 1% pada penutupan perdagangan Rabu, didukung fundamental terkait ekspektasi bahwa bea ekspor CPO Malaysia pada September mendatang bisa menjadi nol. Mengacu pada ekspor Malaysia di mana pengenaan pajak CPO terakhir ditetapkan di kisaran 4,5% pada Agustus," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Kamis (9/8/2018).
Harga acuan CPO kontrak untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1% pada RM2.258 atau setara dengan US$554,25 per metrik ton. Saat perdagangan sedang berlangsung, harga sempat menyentuh level RM2.265, yang merupakan level terkuatnya sejak 10 Juli silam.
Sebagai produsen CPO terbesar kedua di dunia, Malaysia menetapkan bea ekspor bulanan untuk CPO dengan penetapan pada tingkat nol terjadi jika harga di bursa mengalami pelemahan di bawah kisaran RM2.250.
Terhitung sejak pertengahan Juli lalu harga acuan CPO telah diperdagangkan di bawah RM2.250, dengan harga rata-rata untuk Juli adalah RM2.251 ringgit, menurut data yang dirilis oleh Eikon.
--page
Untuk perdagangan pada Kamis ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.252. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.249, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.254, dan harga rendah (Low) di RM2.241.
"Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.257 (resistance 1), RM2.264 (resistance 2), dan RM2.272 (resistance 3). Sementara potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran RM2.219 (support 1), RM2.209 (support 2), dan RM2.192 (support 3)," ucapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








