JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit (CPO) pada perdagangan Kamis (9/8/2018) ditutup di level RM2.246, dengan histori pada hari perdagangan kemarin menyentuh level rendah (Low) di RM2.241 serta level tinggi (High) di RM2.257.

"CPO berjangka Malaysia berakhir terkoreksi pada penutupan perdagangan Kamis, menghentikan kenaikan beruntun selama sepekan. Pelemahan komoditas kedelai Amerika Serikat di Chicago Board of Trade (CBOT) dan karena pelaku pasar berhati-hati menjelang rilis data telah mempengaruhi harga menjelang berakhirnya perdagangan," ujar Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya Jumat (10/8/2018).

Harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sebesar 0,5% pada level RM2.246 atau setara dengan US$551,30 per metrik ton pada akhir hari perdagangan.

Perdagangan pada Jumat ini, menurut Arie, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.255. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.236, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.257, dan harga rendah (Low) di RM2.225.

"Pada perdagangan hari ini telah dirilis data resmi terkait persediaan CPO Malaysia, produksi dan ekspor yang dirilis oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia atau MPOB dengan rincian persediaan naik 1,26% menjadi 2,21 juta ton pada Juli, dari sebelumnya 2,19 juta ton pada Juni. Untuk produksi naik 12,79% menjadi 1,5 juta ton untuk bulan Juli dari sebelumnya 1,33 juta ton pada Juni.

--page

MPOB mengatakan ekspor CPO naik sebesar 6,75% menjadi 1,21 juta ton, dari sebelumnya 1,13 juta ton. Dalam pernyataan sebelumnya, MPOB mengatakan persediaan Juni naik 0,84% menjadi 2,19 juta ton dari bulan sebelumnya.

Sementara data ekspor dari AmSpec Agri Malaysia untuk periode 1- 10 Agustus 2018 sebesar 298.61 metrik ton, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 278.048, sehingga terjadi surplus sebesar 20.562 metrik ton atau 7,40%.

Dan Intertek Testing Services juga merilis data ekspor untuk periode yang sama dengan data yang disampaikan sebesar 300.326 metrik ton vs 281.561 metrik ton, selisih 18.675 metrik ton atau terdapat surplus sebesar 6,63 %.

"Sampai tulisan ini dibuat, surveyor kargo Societe Generale de Surveillance belum merilis data seperti lembaga lainnya. Namun setidaknya data positif di atas sudah cukup bagi pelaku pasar turut merespons positif sehingga harga CPO pun berpotensi ditutup positif," katanya.

Untuk potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.264 (resistance 1), RM2.272 (resistance 2), dan RM2.283 (resistance 3). Sementara perdagangan hari ini juga terdapat potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.225 (support 1), RM2.219 (support 2), dan RM2.209 (support 3).  (NEDELYA RAMADHANI/m)