SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sutik menilai masih ada dua titik lemah yang jadi pekerjaan rumah dari Pemkab Kotim yakni pada sektor ekonomi kerakyatan dan penyelesaian sengketa lahan  yang masih menumpuk.

Meski diakui anggota Komisi III DPRD Kotim itu sejauh ini pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam kurun lima tahun terakhir ini memang cukup pesat dalam perkembangannya, seperti di sektor pendidikan, infrastruktur jalan jembatan, kesehatan dan pertanian. 

"Namun dua sektor itu masih jadi tugas yang belum mampu terselesaikan," kata Sutik, Rabu (22/8/2018).

Ia menegaskan pembangunan di segala sektor memang sudah berjalan dengan baik namun masih ada beberapa yang kurang, dan yang kurang itu harus di penuhi berikutnya  seperti persoalan di pengenatasan kemiskinan  dan sengketa lahan itu.

"Kalau berbicara secara data di atas meja memang kadang cenderung menurun tetapi kalau melihat dari suara masyarakat langsung sangat jauh berbeda," tegas Sutik.

--page

Menurutnya, kasus sengketa lahan yang beberapa tahun terakhir ini meningkat harusnya masuk dalam pekerjaan Pemkab Kotim untuk menyelesaikannya. 

Meski masalah itu tidak masuk dalam sembilan program skala prioritas namun wajib ditangani pemerintah daerah, sebab Pemkab punya peran memberikan kepastian dan jaminan akan investasi di Kotim

Begitu juga dengan ekonomi kerakyatan perlu keberpihakan dengan masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraannya. (NACO/B-5)