JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit (CPO) diperkirakan mengalami tekanan dari penurunan volume ekspor Malaysia dalam 20 hari pertama Agustus antara 9,60-15,60% dibandingkan bulan yang sama Juli.

Adapun kenaikan tiga kali lipat ekspor CPO ke India menjadi 82.800 ton telah membantu mengangkat keseluruhan volume ekspor ke Negeri Bollywood itu ke level tertinggi 4 bulan sebesar 113.700 ton. 

Untuk ekspor ke Uni Eropa (UE) saat ini di angka 8.000 ton, dan diperkirakan akan meningkat 10.000 ton lagi untuk mencapai 18.000 ton, membuat ekspor minyak inti sawit mentah (CPKO) naik di atas 30%.

Sementara ekspor ke semua negara tujuan turun selama periode yang sama, kecuali India yang naik 40,63%, dan ke UE plus Rusia dan Asia Oseania masing-masing sebesar 5,90% dan 5,10%, menurut data AmSpec. 

Pengiriman ke Benua Afrika (-47,06%) dan Timur Tengah (-72,44%) turun tajam setelah mengalami lonjakan tajam pada bulan sebelumnya. Ekspor ke China turun 17% menjadi hanya 49,120 ton, terendah dalam enam bulan. 

--page

"Untuk potensi pelemahan perlu konfirmasi menembus level support di RM2.220 (support 1), RM2.210 (support 2), dan RM2.200 (support 3), sedangkan potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.245 (resistance 3), RM2.265(resistance 2) dan RM2.275 (resistance 1)," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi di Jakarta, Kamis (23/8). (NEDELYA RAMADHANI/m)