PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Tepat pukul 08.00 WIB, Kota Palangka Raya diguyur hujan. Memang sejak matahari terbit, langit tidak begitu cerah. Karenanya tidak herankan bila saat masyarakat mulai beraktivitas, hujanpun turun.

Dari pantauan Borneonews di situs milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut, Palangka Raya (http://stamet.tjilikriwut.bmkg.go.id), hari ini hujan memang diperkirakan turun sejak pagi hingga malam dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Agak merepotkan juga kalau pagi-pagi begini hujan. Tapi kalau melihat kondisi kita yang sedang diancam kabut asap belakangan ini, hujan kapanpun wajib kita syukuri sebenarnya. Daripada asap," kata Elis, warga Palangka Raya yang harus tertunda berangkat ke sekolah anaknya akibat hujan, Rabu (29/8/2018).

Memang berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (Lapan), Selasa (28/8/2018), tidak tercatat adanya titik panas (hotspot) di Palangka Raya.

Meski demikian di Kabupaten Pulang Pisau dan Katingan yang bersebelahan dengan Palangka Raya, terpantau ada lima hotspot. Empat titik di Pulang Pisau dan satu titik di Katingan.

--page

Selain itu di Kabupaten Kotawaringin Timur terpantau ada tiga titik panas, begitu pula dengan Barito Utara.

"Semoga dengan adanya hujan ini bisa membantu proses pendinginan tanah gambut kita," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Sihang. (TESTI PRISCILLA/B-3)