JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rencana pemerintah yang mewajibkan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20% (B20) dan berlaku pada 1 September 2018, diyakini akan mempengaruhi harga minyak sawit mentah (CPO).

"Kebijakan implementasi B20 tersebut akan dapat mempengaruhi harga CPO karena mempengaruhi permintaan komoditas tersebut," kata Presiden Direktur PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, Benny Tjoeng, di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Demand CPO, menurut Benny, akan meningkat karena konsumsinya untuk bahan pencampur. Diharapkan harga CPO akan beranjak naik seiring dengan semakin meluasnya penerapan program B20. 

"Namun kebijakan itu bukan satu-satunya faktor. Perlu dilihat juga misalnya produksi soya karena produk itu dapat menjadi substitusi," papar dia.

Terkait keterlibatan perusahaan pada program tersebut, entitas anak Grup Salim tersebut menyebut sejauh ini belum ada rencana penambahan kapasitas produksi CPO khusus untuk B20. Seluruh CPO perseroan diserap langsung oleh perusahaan dalam grup yang memproduksi minyak goreng.

--page

Perusahaan dengan kode emiten LSIP tersebut membukukan penjualan Rp1,76 triliun pada semester I tahun ini atau turun 28,5% dibandingkan dengan semester I tahun lalu. 

Pada periode tersebut, perseroan juga membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp224,9 miliar, tergerus 47,5% year on year (yoy). (NEDELYA RAMADHANI/m)