BORNEONEWS, Muara Teweh – Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Barito Utara terus melakukan berbagai cara untuk menggenjot pendapatan asi daerah (PAD). Salah satunya dengan menggali potensi pajak lainnya.
Tahun ini kata Kepala BPPD Barito Utara Drs H Aswadin Noor, berdasarkan rapat yang dilaksanakan di ruang Setda lantai I, Jumat (31/8/2018) terungkap realisasi penerimaan PAD semester I telah mencapai 42 persen dari target Rp95 miliar.
“Memang terkait realisasi penerimaan PAD ini selalu seperti ini dari tahun sebelumnya, pada semester I tidak terlalu signifikan dan biasanya di akhir tahun baru perolehan PAD ini mengalami lonjakan seperti 2017 realisasinya 103 persen dari target Rp67 miliar,” ungkapnya.
Disampaikan dalam rangka mengenjot perolehan PAD semester II diperlukan peran dari SOPD penghasil. Khusus untuk BPPD sedang menggali potensi dari perusahaan pertambangan, kehutanan dan HPH.
“Beberapa perusahaan yang ada di daerah ini telah kita datangi dan sisanya yang belum akan kita jadwalkan untuk turun ke perusahaan itu. Sumber PAD yang digali ke perusahaan ini seperti pajak restoran atau ketring makanan, pajak reklame, galian C yang mereka gunakan untuk melakukan penimbunan seperti misalnya jalan dan lainnya,” ujarnya.
--page
Mantan Kadistamben ini berharap kepada perusahaan-perusahaan di daerah setempat agar dapat pro aktif dalam melakukan pembayaran pajak ini. Hasil dari pajak yang disetorkan akan dipergunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan berbagai pembangunan di segala bidang. (RAMADHANI/B-6)








