BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini banyak kendala bagi para pelaku budidaya ikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan yang paling mendesak yakni keberadaan tenaga penyuluh di lapangan.
"Memang yang saat ini dibutuhkan para pembudidaya ikan di Kotim adalah tenaga penyuluh. Karena sampai sekarang tidak ada satupun tenaga penyuluh," ujar Kepala Dinas Perikanan Kotim Herianto, Selasa (4/9/2018).
Tenaga penyuluh tersebut sangat dibutuhkan para pembudidaya ikan di Kotim. Terutama dalam memberikan masukan dan pembelajaran terhadap mereka tentang bagaimana merawat keramba agar ikan tidak mengalami kematian.
"Saat ini pengetahuan para pembudidaya ikan di Kotim masih minim, sehinga banyak dari mereka yang tidak mengetahui cara yang tepat dalam merawat ikan agar pada saat panen nantinya lebih maksimal," kata Herianto.
Dirinya juga mengatakan, sebenarnya tiga bulan lalu ada seorang tenaga penyuluh di Kotim yanh ditugaskan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Namun sudah berhenti dan memilih bekerja di perusahaan sawit, karena dia hanya tenaga kontrak.
--page
"Baru dua pekan tenaga penyuluh tersebut mengundurkan diri, karena memilih bekerja di perusahaan sawit," terang Herianto.
Dengan adanya hal tersebut, dirinya sudah menyampaikan hal itu dengan pihak KKP. Dan berharap agar ada lagi tenaga penyuluh perikanan di Kotim ini. Sehingga produksi ikan semakin meningkat, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








