TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Nasib nahas menimpa Wati binti Wungkur (71), warga Jalan Frindolin Ukur RT 06, Kompleks Muhajirin, Kelurahan Tamiang, Kecamatan Dusun Timur. Ia ditipu dua orang pria tak dikenal yang berpura-pura bisa mengobati penyakit. 

Akibatnya, sang nenek kehilangan puluhan gram cincin dan kalung emas, Senin (03/9/2018) sekitar pukul 07.00 WIB di lapangan Kartika.

Dari informasi sumber kepolisian menyebutkan, kejadian berawal saat korban sekitar pukul 07.00 WIB berangkat dari rumah menuju toko miliknya di seberang Gereja Palanungkai.  

Ketika korban sampai di depan Salon Carlos, ia didatangi pria yang tidak dikenal dan mengajak ngobrol. Sesaat kemudian, pelaku yang mengaku bernama Ma meminta tolong untuk diantar ke rumah temannya yang bernama La.

Kemudian, pelaku dan korban berangkat menggunakan kendaraan milik pelaku. Saat tiba di seberang Lapangan Kartika, datang teman tersangka yang bernama La yang juga menggunakan sepeda motor. 

--page

Kemudian, Ma dan La mengajak sang nenek untuk ngobrol di tempat duduk pinggir Lapangan Sepak Bola Kartika. Pelaku La langsung mengucapkan terima kasih kepada korban karena telah mengantar temannya. Selanjutnya, pelaku bertanya kepada sang nenek. “Ibu sakit?” tanya pelaku.

Pelaku kemudian memegang tangan korban dan mengambil pasir lalu diletakkan di tangan korban sembari menyuruh korban untuk meludah.   Setelah meludah, ada darah di air ludah korban yang ada di tangan bersama pasir tadi. 

Tak sampai di situ, tersangka La kemudian menyuruh pelaku Ma untuk pergi membeli air mineral dan lulur di warung terdekat. Setelah datang, pelaku La memberitahu korban bahwa untuk mengobati penyakitnya, Lulur yang dibeli tadi dioleskan ke kaki sebelum jam 11.00 WIB, kemudian air mineral untuk diminum dan dibasuh ketika sore hari.

Pelaku La juga menyuruh korban nenek Wati  untuk melepas cincin dan kalung yg digunakan untuk dimasukkan ke dalam lulur yang dibeli tadi, dan berpesan agar lulur tersebut jangan dibuka sebelum jam 11.00 WIB. 

Setelah diberi air mineral dan lulur tersebut, korban pulang dan memberi tahu anaknya. Mengetahui hal tersebut sang anak menyampaikan kepada ibunya, bahwa itu adalah modus penipuan, tapi korban tidak percaya.

--page

Kemudian anak korban yang bernama Muliadi meminta agar lulur yang diberi para pelaku untuk dibuka, tetapi lagi-lagi korban tidak mau karena belum jam 11.00 WIB. Namun sang anak tak menyerah sampai di situ dan berusaha membujuk ibunya untuk membuka kotak lulurnya. 

Saat kotak lulur tersebut dibuka, cincin dan kalung milik korban tidak ada lagi.

Kapolsek Dusun Timur AKP Susilowati melalui Kanit Reskrim Aipda Jarot Iswahyudi telah menerima laporan dari korban terkait penipuan dengan modus pura-pura bisa mengobati penyakit korban.

"Benar, sudah ada korban melapor atas kasus penipuan. Pelaku ada dua orang dan diduga pelaku berasal dari luar daerah," katanya saat dikonfirmasi, selasa (5/9/2018) 

Jarot juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada dengan orang atau oknum yang tak dikenal dan berpura-pura ingin membantu untuk menyembuhkan penyakit ataupun modus lainnya.

--page

"Untuk ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan sedang dalam pengembangan dan pengejaran di lapangan," tegasnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)