BORNEONEWS, Palangka Raya- Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya Diu Husaini meminta pemerintah kota dapat melatih tenaga ahli guna penagihan pajak.
"Selama ini pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata terus digenjot tapi giliran sektor pajak seperti terabaikan. Ini harus menjadi perhatian juga karena pelaksanaannya di lapangan masih belum maksimal. Kita minta pemko bisa melatih tenaga ahli untuk melakukan penagihan pajak ini," kata Diu Husaini, Kamis (6/9/2018).
Politisi Partai Hanura itu melanjutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak maksimalnya PAD dari sektor pajak. Salah satunya sosialisasi dan sistem penagihan yang dilakukan.
"Dinas terkait belum total dalam hal sosialisasi dan penagihan. Masalah kita sebenarnya adalah penegakkan perda itu di lapangan. Sehingga penarikan retribusinya tidak berjalan maksimal. Alangkah baiknya dengan sistem jemput bola, jangan hanya menunggu kesadaran pelaku usaha membayar," tegasnya.
Diu juga meminta sosialisasi kepada pengusaha atau objek pajak harus terus gencar dilaksanakan. Sebab, pemilik usaha selama ini terbilang semenan-mena dalam menjalankan kewajiban membayar pajak. Setelah dilakukan razia, baru para objek pajak mengurusnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








