BORNEONEWS, Sampit - Kecelakaan yang terjadi di Jalan Jendral Sudirman Km 35 Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terjadi karena kelalaian sopir mini bus sekolah yang belok mendadak. Sehingga menyebabkan 29 korban mengalami luka-luka hingga patah tulang.
Hal itu diketahui setelah aparat melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian. Kecelakaan lalu lintas itu melibatkan dua kendaraan yakni minibus KH 7095 FB dengan truk dump KH 9002.
"Faktor utama penyebab kecalakan itu adalah pengemudi mini bus yang berbelok arah secara mendadak tanpa melihat arus pergerakan kendaraan lain yang berada di sekitar jalan lintas provinsi itu," terang Kasatlantas Polres Kotim AKP Yudha Setiawan mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Jumat (7/9/2018).
Saat itu sopir, Kusuma Atmaja, memutar balik kendaraannya ke arah Sampit kembali menuju PT Agro. Namun saat posisi bus sedang berada di tengah, tiba-tiba bagian kanan belakang bus ditabrak truk bermuatan buah kelapa sawit milik PT Globalindo Alam Perkasa yang melaju dari arah Sampit.
"Sopir truk itu namanya Iyan. Ia terkejut melihat bus tiba-tiba berbelok arah. Sopir sempat berusaha menghindar, namun karena jarak yang cukup dekat, kecelakaan pun terjadi. Depan truk menghantam bagian kanan belakang bus hingga keduanya terdorong masuk ke parit," jelas Kasatlantas.
--page
Posisi depan bus masuk ke dalam parit dan sebagian badannya berada di bahu jalan. Sementara truk terbalik di semak-semak dengan posisi roda menghadap ke atas. Akibatnya, 27 siswa yang menjadi penumpang bus mengalami luka-luka, begitu pula sopirnya.
Para korban dilarikan ke puskesmas desa setempat untuk mendapatkan pengobatan. Dua orang siswi dan sopir bus dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit lantaran mengalami luka yang cukup serius. Sementara sopir truk hanya mengalami luka ringan. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








