PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Suasana haru sangat terasa di Aula Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (17/9/2018).

Sekitar 15 orang narapidana, sambil bercucuran air mata membasuh kaki orang tuanya  dengan air yang berada di sebuah baskom.

Ditingkahi dengan kata-kata penggugah agar setiap manusia berbakti pada orang tua, membuat hadirin yang berada di aula tersebut ikut terharu dan meneteskan air mata.

Kegiatan membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa bakti anak pada orang tua ini sengaja dilaksanakan di LP Kelas II B Pangkalan Bun dalam peringatan Tahun Baru Islam 1440 H.

Kepala Seksi Bimbingan narapidana/anak didik dan kegiatan kerja (Binadik dan Giatja) LP Kelas II B Pangkalan Bun Peni Hadi menjelaskan pihaknya sengaja menggelar kegiatan peringatan tahun baru Islam melalui acara  dakwah dan muhasabah, santunan anak yatim dan basuh kaki orang tua.

--page

"Kegiatan pembinaan bagi setiap narapidana atau yang biasa kita sebut warga binaan  harus tetap terus berjalan. Sesulit apapun harus dilakukan. Namun kita cukup berbangga bahwa partisipasi dan antusiasme warga binaan dalam  kegiatan dengan peringatan tahun baru hijriyah ini sangat besar," jelasnya.

Menurut Peni, dengan adanya upaya pembinaan mental spiritual melalui kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk mengajak para warga binaan menjadi orang yang lebih baik lagi di kemudian hari.

"Ini merupakan salah satu cara untuk membina moral dan akhlak  warga binaan. Mungkin dulu selama di luar mereka tidak pernah melakukan sungkeman atau membasuh kaki orang tua sebagai tanda bakti anak. Namun setelah berada di lingkungan LP menjadi warga binaan, sifat masing-masing warga binaan yang sebelumnya keras dan tidak pernah menjalankan perintah agama nantinya bisa berubah menjadi lebih baik. Semoga hal ini mampu menjadi jalan untuk mengubah sesorang menjadi lebih baik lagi akhlaknya," jelas Peni.

Salah seorang warga binaan yaitu Muhammad Salim (50) yang terjerat perkara illegal mining, mengatakan bahwa dengan mengikuti acara ini ia merasa sangat terharu lantaran dirinya merasa tidak mampu membalas jasa-jasa orang tuanya hingga saat ini.

--page

"Alhamdulillah ibu saya yang saat ini sudah berusia 80 tahun masih dalam keadaan hidup dan sehat. Dengan kondisi saya saat ini tentunya saya merasa bersalah dan tidak mampu membahagiakan orang tua. Namun ibu saya tersebut tidak pernah sekalipun menyalahkan saya. Ia selalu menyemangati saya untuk ikhlas menjalani kehidupan apapun kondisinya," ujar Salim sambil memeluk ibunya. (WAHYU KRIDA/B-2)