BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali diguyur hujan, Senin (17/9/2018) sore. Hal ini tentu keberuntungan, mengingat kemarin terjadi kebakaran cukup besar di lahan belakang komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang baru di Jalan G. Obos.
Hujan cukup lebat dan lama di Senin sore ini tentu membantu petugas dalam perihal pendinginan pasca pemadaman kebakaran kemarin siang.
Tadi pagi, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio bahkan telah mengingatkan agar masyarakat, termasuk perusahaan perkebunan ataupun para pengembang perumahan untuk tidak coba-coba melakukan pembakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini.
"Kan sudah jelas aturannya, jangan bakar lahan. Pemerintah pusat bahkan telah menetapkan ketentuan pelarangan aktivitas pembakaran hutan dan lahan apapun bentuknya di musim kemarau. Kalau sudah begitu ya harus ditaati," kata Mofit.
Wakil dari Wali Kota HM Riban Satia ini menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya sudah bersinergi dengan pihak TNI maupun Polri selaku pengemban tugas dari pemerintah secara terpusat, untuk melakukan pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Aturannya sudah jelas, kalau ada yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan, akan menerima tindakan tegas berdasarkan humkum. Jadi jangan coba-coba untuk membakar lahan," tegasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/m)








