BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyakit rabies dapat ditularkan oleh hewan berdarah panas seperti anjing, kucing maupun kera melalui gigitan atau luka yang terkena liur hewan positif rabies. Namun di Palangka Raya, lebih dari 90 persen penularan penyakit yang menyerang susunan saraf ini disebabkan oleh gigitan anjing yang positif rabies.
"Memang hawan penular rabies itu anjing, kucing dan kera. Tapi di Palangka Raya menurut data kita 90 persen penularan penyakit rabies akibat gigitan anjing yang positif rabies," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Verteriner (Kesmavet), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Sumardi, Sabtu (22/9/2018).
Dirinya minta masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika melihat ciri-ciri anjing terindikasi rabies.
"Tanda-tanda umum hewan yang terjangkit rabies adalah keluar air liur secara berlebihan, tak lagi menuruti perintah pemilik dan menjadi ganas serta menggigit apa yang ditemui. Hewan terjangkit rabies juga akan sering bersembunyi di tempat teduh dan sejuk," jelasnya.
Dirinya juga menyarankan jika masyarakat digigit anjing, apakah itu anjing biasa atau anjing yang berciri-ciri terjangkit rabies, agar masyarakat segera melapor ke petugas baik di puskesmas maupun langsung ke DKPP. (TESTI PRISCILLA/B-5)








