BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka Hari Rabies Sedunia (HRS) tahun 2018 ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya melaksanakan bakti sosial castrasi.
"Ini pertama kalinya DKPP melaksanakan bakti sosial castrasi atau steril pada hewan jantan. Harapan kita, apalagi dengan adanya Wali Kota yang baru, kegiatan ini bisa berlanjut dan dianggarkan untuk tahun depan," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Verteriner (Kesmavet), DKPP Kota Palangka Raya, Sumardi, Kamis (27/9/2018) sore.
Kegiatan ini memang berlangsung dari pagi hingga sore. Hal ini lantaran ditetapkannya kuota 25 hewan yang dapat mengikuti program ini dengan penanganan oleh 5 orang dokter hewan.
"Yang menangani ada 5 dokter hewan (drh) dan hewan yang disteril ada 25 ekor jadi sampai sore. Dokternya ada 2 orang dari DKPP Kota, 1 orang drh provinsi dan 2 orang drh dari BOS Nyaru Menteng. Jadi ini kerja sama DKPP Kota Palangka Raya dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalimantan Tengah," jelasnya.
Keberlanjutan program ini sangat diharapkan demi mengendalikan populasi hewan penular rabies. Karena hingga saat ini saja DKPP sudah memberikan vaksin anti rabies kepada 7 ribu lebih hewan penular rabies yakni anjing, kucing dan kera.
--page
"Sterilisasi ini sangat penting untuk menekan jumlah populasinya. Karena kelebihan populasi juga tidak baik untuk kesejahteraan hewan karena akan banyak juga kemungkinan hewan-hewan ini terlantar dan tidak bertuan," tutup Sumardi. (TESTI PRISCILLA/B-5)








