BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki perdagangan akhir pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) kemungkinan masih dipayungi sentimen negatif, terutama meningkatnya stok minyak sawit di Malaysia dan Indonesia.
Berdasarkan survei Reuters, stok minyak sawit di kawasan Asia Tenggara akan menyentuh level tertinggi pada Oktober atau November. Untuk stok CPO Indonesia diperkirakan mencapai 5 juta ton, sedangkan cadangan Malaysia akan mendekati 3 juta ton.
Stok minyak sawit cenderung melonjak menjelang akhir tahun kalender dan kemudian turun akibat penurunan musiman akibat meningkatnya produksi.
Harga CPO diestimasi akan berada di kisaran $590 per ton, termasuk biaya, pengiriman dan asuransi (CIF Rotterdam) hingga akhir tahun ini berkat dukungan kuatnya permintaan dari sektor biodiesel, kata Julian McGill dari LMC International.
Untuk minyak nabati jenis lain, harga minyak kedelai Chicago kontrak September turun 0,1 persen, sementara minyak kedelai kontrak Januari di Dalian Commodity Exchange naik 0,1 persen. Adapun harga minyak sawit kontrak Januari di Dalian naik 0,2 persen.
--page
Sementara itu, harga CPO berjangka kontrak Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 1,1 persen menjadi 2.165 ringgit per ton, Kamis (27/9/2018).
"Harga CPO turun akibat aksi jual teknikal karena tak berhasil menembus level yang lebih tinggi," kata seorang pelaku pasar. (NEDELYA RAMADHABI/m)








