BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kematian Samsiah (25), warga Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup yang diduga setelah dipukul mertuanya berinisial N (44), mulai diselidiki kepolisian. Salah satunya dengan melakukan otopsi bersama Dokter Forensik, Senin (1/10/2018).
Pelaksanaan otopsi dilakukan Dokter Ricka, di tempat pemakaman korban, Desa Petak Batuah, Kecamatan Dadahup. Proses itu sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Plt Kapolres Kapuas AKBP Trisaksono Puspo Aji melalui Kasat Reskrim AKP Iqbal Sengaji, mengatakan hasil sementara pemeriksaan pihak tim medis terhadap korban itu ditemukan ada beberapa luka di sekujur tubuhnya.
"Kalau dari hasil sementara yang kami lihat pada otopsi tadi, ada luka di bagian kepala korban seperti luka goresan bekas senjata tajam, kemudian di leher dan dada korban juga ditemukan luka akibat benda tumpul," kata Kapolsek Kapuas Murung, Ipda Subandi, Senin (1/10/2018).
Dari tiga titik luka tersebut yang ada di bagian tubuh korban diduga menjadi tempat pelaku melayangkan pukulan, hingga korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.
--page
"Sepertinya untuk sementara ini korban meninggal karena luka di bagian yang saya sebutkan tadi. Seperti tulang leher yang patah, ada kemungkinan korban dipukul menggunakan benda tumbul," bebernya.
Dengan telah dilakukannya otopsi tersebut pihaknya akan menunggu keterangan secara resmi dari Dokter Forensik, serta akan kembali meminta keterangan kepada pelaku terkait beberapa kali dan posisi korban saat pelaku melakukan pemukulan itu.
"Selanjutnya, pelaku akan kami lakukan pemeriksaan lagi, karena dari hasil sementara ini sepertinya pelaku menganiaya korban berulang kali," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)








