SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Muhammad Zaidi alias Unyir yang ditemukan menjadi mayat dan mengapung di Sungai Mentaya diduga merupakan korban pembunuhan. Ini diungkapkan oleh beberapa warga di sekitar lokasi kejadian.

"Pada Senin (1/10/2018) malam, sekitar pukul 23.30 WIB Unyir (korban) dipukuli oleh beberapa orang lelaki sesaat setelah ia makan di salah satu warung di belakang Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit," ucap H Adul, pedagang di kawasan itu, Rabu (3/10/2018).

Adul melanjutkan, setelah dipukuli korban lalu dibawa menuju Kecamatan Seranau yang berada di seberang Sampit naik kelotok. Setelah kejadian itu, korban yang kesehariannya bekerja sebagai sopir travel tidak pernah terlihat lagi.

Beberapa warga menduga korban sudah tewas dan dibuang ke sungai. Dugaan warga tersebut diperkuat dengan adanya penemuan jasad korban yang mengapung di tengah sungai tanpa menggunakan sehelai pakian.

"Kami menduga korban ini dibunuh. Sebelum dibuang ke sungai, pakaiannya dilucuti terlebih dahulu. Kemungkinan untuk menghilangkan identitas korban. Kabarnya salah seorang pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi, itu juga masih informasi," jelas Adul.

--page

Warga sekitar lokasi berharap agar pihak berwenang menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas. Belum ada keterangan resmi dari polisi hingga berita ini diterbitkan. Aparat aparat sedang mengumpulkan keterangan para saksi dan mengidentifikasi serta visum terhadap jasad korban. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)