BORNEONEWS, Sampit - Sunarto (37) buruh perkebunan kelapa sawit yang ditemukan tewas bersimbah darah akibat luka robek di leher.
Dari informasi yang dihimpun Borneonews.co.id Rabu (10/10/2018) hasil pemeriksaan awal didapati luka robek oleh benda tajam pada leher korban pada bagian depan yang mengakibatkan korban meninggal.
"Didapati sebilah benda tajam berupa egrek di bawah badan korban," dikutif dari laporan polisi nomor : LP/18/X/2018/ Kalteng/Res Kotim/ Sek Parenggean 9 Oktober 2018 tentang telah terjadi penemuan mayat.
Sementara itu di TKP tidak ditemukan adanya benda-benda pribadi milik korban yang hilang dan tidak ditemukan adanya kerusakan pada rumah korban.
Mengetahui kejadian itu pertama kali Selasa (9/10/2018) rekan korban Sulam kemudian melaporkan kepada mandor dan selanjutnya pada pukul 08.00 WIB datang ke Polsek Parenggean guna memberikan informasi bahwa telah ditemukan mayat.
Di lokasi kejadian perumahan karyawan divisi H PT Uni Primacom, G4 jalur I rumah kopel nomor 2 Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim diamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya sebilah benda tajam bekas potongan egrek buah sawit, 4 buah ponsel, dan ember plastik. Kini kasus ini dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian buruh harian lepas itu. (NACO/B-6)








